Cara Budidaya Ikan Mujair di Kolam Terpal agar Cepat Besar dan Sehat

Cara budidaya ikan mujair di kolam terpal merupakan salah satu peluang usaha yang bisa dikatakan sangat menggiurkan. Hal tersebut dikarenakan, perkembangbiakannya cukup cepat serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Mulai dari mineral, vitamin hingga mengandung protein tinggi.

Cara Budidaya Ikan Mujair di Kolam Terpal dengan Mudah

Mujair merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dijadikan olahan makanan karena rasanya yang lezat serta kaya akan kandungan gizinya. Maka tak heran jika budidaya ikan mujair menjadi salah satu peluang bisnis dengan prospek bagus. Berikut beberapa tahap pembudidayaannya.

Cara Budidaya Ikan Mujair di Kolam Terpal

1. Proses Pembuatan Kolam Terpal

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk memulai pembudidayaan adalah proses pembuatan kolam. Penggunaan kolam terpal banyak digunakan oleh para peternak dengan alasan lebih praktis dan mudah dalam hal pengelolaan serta dapat menghemat pengeluaran biaya.

Untuk ukuran, biasanya berdimensi sekitar 50x50x100 m2, namun bisa juga Anda sesuaikan dengan ketersedian lahan serta skala pembudidayaannya. Umumnya, kolam berbentuk persegi panjang dan setiap sudutnya terdapat sebuah kayu yang berfungsi sebagai penyangga agar terpal tidak bergeser.

2. Memilih Indukkan Ikan Mujair

Proses pemilihan induk pada dasarnya akan sangat berpengaruh terhadap kualitas panen nantinya. Oleh sebab itu, diperlukan ketelitian serta memahami bagaimana cara memilih induk ikan mujair berkualitas. Perhatikanlah mulai dari kesehatannya, bobot hingga jenisnya betina atau jantan.

Untuk membedakan indukkan jantan atau betina, ada beberapa hal yang bisa Anda ketahui ciri-cirinya. Pada jantan, di bagian urogenital memiliki dua lubang sedangkan betina ada 3. Kemudian perhatikan siripnya, jika berwarna merah itu berarti jantan, dana apabila sedikit lebih pucat maka jenisnya betina.

3. Proses Pemijahan Ikan Mujair

Cara budidaya ikan mujair di kolam terpal berikutnya adalah proses pemijahan. Tahap ini tidak boleh dilakukan secara sembarang karena dapat mempengaruhi kualitas benih. Oleh sebab itu, pastikan Anda sudah memahami bagaimana melakukan pemijahan dengan baik dan benar.

Buatlah kolam berukuran sekitar 3×4 meter dengan kedalaman berkisar 60 cm. Kemudian, tambahkan lumpur bertekstur halus di bagian dasar kolam guna sarang ikan mujair. Lalu, masukkan induk betina dan jantan. Setelah proses pembuahan, sel telur akan disimpan didalam mulut betina sampai inkubasi.

4. Proses Penebaran Benih Ke Kolam

Tahap berikutnya setelah pemijahan adalah penebaran benih ke dalam kolam. Usahakan untuk melakukan proses ini pada sore hari serta memiliki kepadatan sekitar 400-500 ekor di kolam berdimensi 50x50x100 cm. Hal tersebut guna menghindari berebutnya oksigen hingga berakibat kematian.

Dalam beberapa hari pertama, kemungkinan terdapat beberapa benih yang mati. Namun Anda tak perlu mengkhawatirkannya, karena jumlah tidak akan banyak sedikitnya 3 sampai 4 ekor saja. Tapi jika angka kematiannya lebih besar, maka ada baiknya untuk mengambil tindakan sesegera mungkin.

5. Perawatan Ikan Mujair

Saat benih sudah berada di dalam kolam, maka perlu Anda perhatikan mengenai pasokan pakannya guna menunjang kehidupannya. Gunakanlah palet yang mengandung protein sekitar 28% serta lemak 30% dan Karbohidrat 15%. Hal tersebut bertujuan untuk menyokong pertumbuhannya.

Selain memperhatikan dari segi pasokan pakannya, Anda juga harus melakukan kontrol terhadap kualitas air kolam. Untuk menghindari berbagai macam penyakit maka sangat disarankan mengganti air kolam secara rutin 2 sampai 3 minggu sekali.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai beberapa cara budidaya ikan mujair di kolam terpal. Pada umumnya, jenis ikan ini dapat Anda panen apabila sudah berusia sekitar 4-5 bulan terhitung sejak penebaran benih dilakukan. 

Leave a Reply