Contoh Cerita Rakyat Dari Indonesia

Berikut ini adalah dua contoh cerita rakyat yang paling terkenal di Indonesia. Cerita rakyat yang pertama membahas Joko Tingkir di mana cerita ini bahkan sempat diangkat ke layar kaca pada tahun 2000an.

Sementara cerita rakyat pendek yang kedua berjudul Kebo Iwa yang merupakan dongeng tentang Danau Batur di Bali. Selamat membaca, ya.

Joko Tingkir, Narasi Rakyat dari Jawa tengah

Nama aslinya merupakan Joko Tingkir Mas Karebet sebagai raja pertama Kerajaan Tempatkan yang berpredikat Sultan Hadiwijaya. Ayahnya Ki Ageng Pangging yang kerap diketahui jadi Kebo Kenongo dijalankan oleh kerajaan Demak, jadi orang pemberontak serta adalah ibu Nyai Ageng Pengging wafat lantaran sakit.

Sehabis yatim piatu, Mas Karebet diasuh oleh Nyai Ageng Tingkir, serta disebut Joko Tingkir. Joko Tingkir tumbuh jadi predisposisi pemberani, serta sangatlah senang bertapa. Joko Tingkir sempat pula berguru terhadap sunan Kalijaga serta Ki Ageng Celah.

Joko Tingkir membaktikan dianya sendiri di kerajaan Demak atas anjuran Sunan Kalijaga. Dia tinggal dalam rumah saudara Nyi Ageng Tingkir, perawat Mushola Demak serta lurah Ganjur berpangkat, adalah Kyai Gandasmustaka. Joko Tingkir jadi Panglima Prajurit Demak berpangkat Wiratama Jurang, lantaran dia cerdas menarik simpati Sultan Trenggono.

Selanjutnya, Joko Tingkir bekerja memilih calon Prajurit yang bakal ditempatkan ke grup Prajurit Joko Tingkir. Satu diantaranya yang diambil merupakan Dadungawuk. Daduk awuk merupakan orang yang angkuh serta kerap memerlihatkan kesaktiannya.

Lantaran harga dianya sendiri, Joko Tingkir punya niat mencoba kesaktiannya untuk menyerang Konde. Tapi rupanya Dadungawuk meninggal sekejap. Joko Tingkir dihentikan oleh Sultan Demak Trenggono serta ditendang lantaran momen itu.

Joko Tingkir menjauhi Demak serta belajar dari Saudara tua ayahnya, namanya Ki Ageng Banyubiru atau Kanigoro Kebo. Dia belajar bersama ke-3  siswanya Ki Ageng Banyubiru yang memiliki nama Manca Mas, Mas Wila serta Wragil balik ke Demak.

Diperjalanan melewati sungai dengan gunakan rakit Kedung Srengenge, mereka menggempur buaya gak kasar mata, tapi buaya itu sukses ditaklukkan oleh banyak pelajar sampai buaya menolong menggerakkan rakit ke seberang.

Joko Tingkir usaha cari simpati kepada Sultan Trenggono yang waktu itu tengah bertamasya di Gunung Prawoto. Ia melepas satu ekor banteng edan namanya Kebo Danu. Kerbau mengamuk sehabis dikasih mantra oleh Joko Tingkir, dengan memberi tanah makam di dalam telinga kerbau. Tak ada yang bisa menyudahi Kerbau air.

Joko Tingkir tampak serta hadapi kerbau edan, serta ditaklukkan dengan gampang. Insiden itu, diangkat oleh Sultan Trenggono balik ke jurang wiratama.

Cerita Rakyat dari Bali

Satu di saat di Bali, orang pria serta istrinya tengah berdoa. Mereka telah lama menikah akan tetapi belum diberikan anak. Mereka mengharap Tuhan untuk memberinya mereka orang anak. Mereka berdoa serta berdoa.

Tuhan pada akhirnya menjawab doa mereka. Si istri, lantas, hamil serta mereka punyai bayi lelaki. Mereka sangatlah suka.

Bayi itu menakjubkan. Ia sangatlah tidak serupa dari bayi yang lain. Ia minum dan makan banyak. Hari untuk hari ia makan bertambah banyak. Badannya kian lama kian besar. Serta waktu remaja, badannya telah sebesar kerbau. Beberapa orang lantas mulai panggilnya Kebo Iwa.

Lantaran tradisi makannya, orang-tua Kebo Iwa menggunakan uang banyak untuk beli makanannya dengan jumlah besar. Mereka pada akhirnya kolaps. Mereka berserah serta mengharap masyarakat dusun untuk menolong mereka siapkan makanan.

Masyarakat dusun lantas bekerja bersama-sama untuk mengolah serta membentuk rumah besar untuk Kebo Iwa. Ia seperti raksasa. Ia tak dapat tinggal dalam rumah orang tuanya kembali lantaran badannya yang besar.

Sayang, sehabis beberapa saat, masyarakat dusun tidak juga bisa mengolah makanan untuk dirinya. Mereka lantas mengharap Kebo Iwa untuk mengolah makanannya sendiri. Masyarakat dusun cuma menyediakan bahan baku.

Kebo Iwa sepakat serta jadi pernyataan terima kasihnya terhadap masyarakat dusun, ia bangun bendungan, mengeruk sumur, serta ia pula membuat perlindungan masyarakat dusun dari binatang serta orang yang mau menggempur dusun mereka. Ia mengerjakan perihal-perihal tersebut.

Saat itu, pasukan Majapahit memiliki rencana menggempur Bali. Mereka menyadari perihal Kebo Iwa. Serta mereka juga paham kalau mereka tak dapat menundukkan Bali dengan Kebo Iwa dari sana. Kebo Iwa semakin kuat pada mereka.

Gajah Mada, Maha Patih (Kepala Menteri) Majapahit lantas memiliki rencana suatu hal.sebuah hal. Mereka berbohong mengundang Kebo Iwa ke Majapahit untuk menolong mereka mengeruk beberapa sumur.

Mereka berkata kalau Majapahit mengalami musim kemarau yang panjang serta perlu banyak air. Kebo Iwa tidak jelas idenya, sehingga dia berangkat ke Majapahit.

Di saat Kebo Iwa tengah repot mengeruk sumur yang besar sekali, pasukan tutupi sumur itu. Kebo Iwa mengenyam persoalan bernafas serta dipendam hidup-hidup. Ia wafat di sumur.

Sehabis kematian Kebo Iwa, Bali dikalahkan oleh Majapahit. Sampai sekarang, Kebo Iwa masih diingat orang lantaran sudah banyak berjasa untuk Majapahit serta Bali. Kepala batu Kebo Iwa yang legendaris bisa ditemui di Pura Ramai di Blahbatuh.

Leave a Reply