Kisah Sedih Christian Eriksen

Inter Milan tidak berhasil raih piala Liga Eropa 2019-2020 selesai ditaklukkan wakil asal Spanyol, Sevilla dengan score 3-2 di Stadion RheinEnergie, Sabtu (22/8/2020) pagi hari WIB.

Dengan kekalahan itu, anak asuh Antonio Conte pada musim ini tidak berhasil merengkuh piala di semua persaingan yang mereka turuti.

Inter tidak berhasil di Liga Italia, hanya karena ada di posisi kedua klassemen di bawah Juventus. Sementara di Coppa Italia, Nerazzurri hanya sanggup dapat berusaha di babak semi-final, usai dikandaskan Napoli dengan score agregat 2-1.

Dengan alasan itu, sudah pasti pemain Inter Milang berduka. Tetapi, dapat disebut pemain yang merasakan duka cita paling dalam bandar judi bola terbaik ialah pemain tengah mereka asal Denmark, Christian Eriksen.

Eriksen tergabung dengan Inter pada Januari 2020 setelah sebelumnya perkuat Tottenham Hotspur.

Di club lamanya itu, pemain berumur 28 tahun itu nyaris bawa club asal London, itu raih mahkota juara sebagai club paling kuat seantero Eropa.

Si Lili Putih—julukan Tottenham Hotspur—saat bertanding di Liga Champions 2018-2019, bermain menarik. Mereka dapat capai final dan berjumpa lawan asal Inggris yang lain, Liverpool.

Sayang, Eriksen dan mitra gagal bawa Spurs mengusung piala liga Champions musim itu. Mereka kalah karena 2 gol pemain Liverpool, Mohamed Salah dan Divock Origi.

Eriksen juga terima kekalahan dan harus menunduk lemas saat terima medali perak dari panitia laga.

Begitupun saat Inter ditaklukkan Sevilla di final Liga Eropa musim ini. Eriksen kembali lagi wajahnya masam. Dia seperti tidak semangat saat terima medali perak di ujung kompetisi kelas kedua paling tinggi di Eropa itu.

Leave a Reply