Nelayan Dapat Irit Bahan Bakar 60 Persen dengan Konverter Kit

Pengembangan teknologi konverter kit yang memproduksi bahan bakar minyak (BBM) jadi bahan bakar gas (BBG), tidak cuman mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan gara-gara mampu menghemat biaya bahan bakar kapal, teknologi ini juga ramah lingkungan, serta mengurangi ketergantungan pada BBM.

Hal itu disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Muhammad Nasir saat berikan anjuran pada uji terap Converter Kit Diesel Dual Fuel (DDF) untuk kapal diatas 30 GT dan transportasi darat lainnya, di Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Semarang.


“Saya mengapresiasi para peneliti yang udah mendapatkan inovasi baru penghematan bahan bakar kapal. Kalau kapal manfaatkan bahan bakar solar flow meter tokico biayanya mahal, sesudah mengunakan gas berkurang, sekarang lebih meningkat ulang manfaatkan CNG agar penghematannya lebih besar,” katanya.

Menristekdikti menjelaskan, bahan bakar mesin kapal atau truk yang manfaatkan (compressed natural gas) atau gas alam terkompresi mampu menghimpit biaya bahan bakar solar yang selama ini impor. Menggunakan teknologi CNG mampu menghemat lebih kurang 60 persen, namun BBG pada 30-40 prosen dibanding manfaatkan BBM.

Selain itu, keberadaan CNG mampu mendukung program ramah lingkungan, gara-gara truk berbahan bakar CNG yang beroperasi di jalur raya dan kapal nelayan, kapal penyeberangan, maupun kapal barang di laut tidak ulang sebagai penyumbang polusi udara.

“Persolannya bagaimana kami mampu membangun ekosistem, juga keterlibatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tentang ketersediaan CNG maupun LNG (liquefied natural gas atau gas alam cair)di daerah-daerah, pelabuhan, dan pangkalan truk. Kalau itu mampu dilakukan maka mampu menghemat, juga para sopir dan nelayan tentu senang,” imbuhnya.

Ia menambahkan, adanya pengembangan teknologi berupa DDF memungkinkan mesin kapal untuk manfaatkan dua tipe bahan bakar. Yaitu diesel dan gas, untuk raih pemanfaatan kekuatan yang optimal pada bahan bakar gas yang miliki efisiensi tinggi dan diesel yang bertenaga besar.

Sekda Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP menyambut baik dan mengapresiasi terobosan yang dilakukan, serta dukungan mesin konverter kit kepada nelayan Jateng, khususnya di Semarang.

Melalui konverter kit ini, nelayan yang sebelumnya melaut manfaatkan bensin dan solar sekarang mampu manfaatkan bahan bakar gas agar nelayan jadi diuntungkan.

“Upaya-upaya terobosan inovatif layaknya ini yang wajib kami melakukan dalam rangka mendukung masyarakat. Teknologi ini merupakan terobosan yang luar biasa dan sangat hemat, paling tidak penghasilan nelayan dapat lebih besar dan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan meningkat,” jelasnya.

Bidang kelautan dan perikanan Jawa Tengah, lanjut dia, mempunyai potensi yang luar biasa untuk tetap maju, berkembang, dan jadi sektor penopang perekonomian masyarakat.

Menurutnya sektor perikanan mempunyai potensi sangat menjanjikan, tidak cuma perikanan tangkap tapi juga perikanan budidaya.

Disebutkan Jateng miliki panjang garis pantai 979, 73 KM bersama jumlah desa pesisir selatan sebanyak 95 desa, nelayan sebanyak 171, 064 orang dan armada kapal sebanyak 27,488 unit.

“Karenanya Pemprov Jateng udah dan tetap menggarap sektor kelautan dan perikanan terasa berasal dari program kartu nelayan, dukungan dukungan alat tangkap, dan pendampingan koperasi nelayan,” imbuhnya.

Selain itu Pemprov juga mendorong berdirinya pabrik garam modern dan berkualitas, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani garam serta sekaligus usaha mengurangi ketergantungan pada barang ekspor.

Ia berharap, uji terap konverter kit untuk kapal 30 GT mampu sukses dan mampu digunakan oleh nelayan tidak cuma di Semarang, tapi juga di seluruh Indonesia. Bahkan teknologi konverter kit ini juga digunakan untuk mesin-mesin lainnya, layaknya mesin truk dan mesin giling padi.

Dalam peluang tersebut dilakukan penandatanganan pemanfaatan teknologi konverter kit DDF untuk kapal 30 GTdan transportasi lainnya oleh Direktur Operasional PT CGS Agus Sucahyo bersama Dirut PT Para Armatha LNG Ahmad Suprianto, didampingi Menrinstekdikti M Nasir, Sekda Jateng Sri Puryono, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, serta Plt BBPI Usman Efendi.

Leave a Reply