Peluang Usaha Sabut Kelapa dengan Cocopeat

Sabut kelapa adalah salah satu bagian buah kelapa yang biasanya tidak dimanfaatkan dengan baik. Padahal, jika diolah dan dimanfaatkan dengan baik bisa menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai tinggi. Misalnya yaitu pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocopeat.

Bagi yang hobi bercocok tanam mungkin sudah tidak asing lagi dengan media tanam cocopeat. Cocopeat adalah salah satu jenis kerajinan dari sabut kelapa yang merupakan hasil samping sabut kelapa yang dihasilkan dari pemecahan ijuk dengan menggunakan mesin pengurai.

Biasanya cocopeat digunakan sebagai media tanam pembibitan, dapat juga digunakan sebagai campuran kompos untuk menggantikan serat kayu. Saat tanaman mulai tumbuh, Anda tidak perlu mengeluarkannya dari cocopeat, cukup pindahkan ke media tanam baru.

Proses Pengolahan Cocopeat

Peluang Usaha Sabut Kelapa dengan Cocopeat
  • Pertama, siapkan sabut kelapa tua. Kemudian potong sabut kelapa menjadi lima bagian dengan arah memanjang. Potong juga bagian ujung sabut kelapa yang keras.
  • Setelah itu, potongan sabut kelapa tadi direndam dengan menggunakan air selama tiga hari. Hal ini bertujuan agar serat dan gabus sabut kelapa dapat dengan mudah dipisahkan.
  • Setelah tiga hari perendaman, angkat semua sabut kelapa lalu jemur hingga benar-benar kering.
  • Selanjutnya sabut kelapa harus melalui proses pelunakan terlebih dahulu. Tahapan ini bisa dilakukan dengan dua cara yang berbeda, yaitu dengan cara tradisional dan cara manual.

Tradisional

Proses pelunakan secara tradisional dapat dilakukan dengan memukul sabut kering dengan menggunakan palu. Hal ini betujuan agar sabut bisa terpisah dan terurai.

Hasil samping pada tahapan ini yaitu berupa butiran gabus. Sementara itu, proses pemilihan serat kasar dan serat halus bisa dilakukan secara manual.

Modern

Sedangkan proses pelunakan sabut kelapa dengan cara modern biasanya dilakukan dengan bantuan mesin pemukul otomatis atau biasa disebut sebagai hammer hill. Setelah itu, sabut kelapa dimasukkan dalam mesin debriefing untuk memisahkan bagian serat dan gabusnya. Dihasilkan butiran gabus sebagai hasil samping.

  • Selanjutnya serat kelapa yang sudah terpisah akan dimasukkan dalam mesin sortasi. Mesin sortasi ini berfungsi untuk memisahkan bagian serat kasar dan serat halusnya.
  • Selain itu, lakukan juga sortasi pada gabus sabut kelapa agar dihasilkan butiran gabus yang halus. Gunakan saringan dan lakukan tahapan ini secara manual.
  • Setelah itu, serat sabut kelapa juga masih perlu melalui tahap pembersihan untuk memisahkan serat halus dari gabus yang masih menempel. Biasanya tahapan ini dilakukan secara manual.
  • Selanjutnya serat dan gabus sabut kelapa dijemur langsung di bawah sinar matahari atau bisa juga dengan menggunakan mesin pengering.

Serat sabut kelapa yang telah kering bisa dijadikan sebagai bahan kerajinan, seperti keset, sapu, matras, jok mobil, cocopot, cocomesh dan lain sebagainya. Sementara itu, butiran gabus dapat digunakan sebagai media tanam pada tanaman.

Dapatkan produk cocomesh terbaik dan berkualitas hanya di Rumah Sabut.

Cocopeat bersifat mudah menyerap dan mengikat air. Media tanam ini juga memungkinkan adanya pertukaran udara dan masukny cahaya matahari karena memiliki pori-pori. Selain itu, penggunaan cocopeat sebagai media tanam juga mampu menjaga tanah tetap subur serta mengurangi penyakit pada tanah.

Tak heran, cocopeat disebut-sebut sebagai salah satu alternatif lain media tanam yang memiliki kualitas sebaik tanah. Jadi, bagaimana? apakah Anda tertarik untuk menggunakan cocopeat sebagai media tanam tanaman Anda?.

Cocopeat juga bisa Anda jadikan sebagai salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Dapatkan informasi dan update menarik lainnya hanya di website kami.

Leave a Reply