Polemik Atap Rumah Warna-warni Membuat Pemprov DKI Kritik

Flyover Tapal Kuda di Lenteng Agung, rumah Jakarta Selatan belum beroperasi tetapi atap rumah di sekitarnya udah rampung dicat warna-warni. Pengecatan itu pun menjadi polemik usai lagi-lagi dikritik bagian dewan.


Seperti diketahui, pengecatan atap rumah di kira-kira Flyover Tapal Kuda menjadi warna-warni ini merupakan arahan Gubernur DKI, Anies Baswedan. Anies pernah menyampaikan idenya ini pada Agustus 2020.

Kala itu, Anies menghendaki Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali untuk membahas rencana pengecatan rumah sewarna itu bersama warga kira-kira flyover. Penyeragaman warna cat rumah dimaksud supaya panorama di kira-kira flyover lebih estetik.


“Enak betul warnanya begini (genteng warga). Jangan dong. Kita yang memastikan warnanya apa. Kita sumbang kepada mereka,” ujar Anies di dalam siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Arahan Anies pun dieksekusi. Kini, pengecatan udah rampung. Tampilan baru atas rumah di kira-kira Flyover Tapal Kuda itu diunggah di akun Instagram Pemprov DKI Jakarta . Terlihat tersedia beberapa foto dan satu video yang diunggah akun Instagram formal Pemprov DKI itu.

Foto dan video itu terlihat diambil alih dari udara. Tampak tampilan atap yang berwarna-warni di atap rumah kira-kira flyover tersebut. Terlihat termasuk gambar ondel-ondel yang menambah hiasan dari atap rumah itu.

Hanya saja, pengecatan atap itu tetap menuai kritik dari bagian DPRD DKI Jakarta. Langkah itu diakui tidak penting dan tidak miliki urgensi.
asDem: Kurang Penting

NasDem DKI Jakarta mempertanyakan obyek Pemprov DKI Jakarta lakukan pengecatan atap rumah. NasDem tidak menyaksikan urgensi dari pengecatan atap rumah di kawasan flyover tapal kuda itu.

“Nah itu kan ngapain, kita mesti menyaksikan termasuk tujuannya apa membuat diwarna-warnain kan. Estetikanya pun dari apa gitu kan,” kata Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh.

“Saya kira sih nggak tersedia sisi gawat atau urgensinya tuh nggak tersedia ya di dalam hal ini ya,” sambungnya.


Nova menilai pengecatan atap rumah di kira-kira flyover tapal kuda tidak cukup penting. Menurutnya, justru pengerjaan dan faedah dari flyover tapal kuda yang jauh lebih penting.

“Tapi yang paling penting kembali pertama kita apresiasi bahwa flyover itu udah berkenan menjadi sebentar kembali kan. Itu kan bisa kurangi kemacetan dan lain-lain lah. Tapi jika kasus pengecatan sih nggak amat penting termasuk sih,” ucapnya.


PDIP: Apa Urgensinya?

PDIP DKI mempertanyakan urgensi dari atap warna-warni tersebut.

Hal tersebut kan sebenernya tidak begitu pentinglah ya. Urgensinya termasuk saya pikir untuk apa?” kata bagian Fraksi PDIP DPRD DKI, Jhonny Simanjuntak, kepada wartawan,


Menurut Jhonny, tersedia hal lebih penting yang bisa dijalankan Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya menambahkan kesadaran bagi warga DKI untuk patuh pada PSBB di jaman pandemi COVID-19.

“Ada hal yang lebih penting yang dijalankan oleh Pemprov (DKI), itu apa? Bagaimana menggerakkan penduduk tanpa amat mengandalkan yang namanya aturan-aturan bahwa yang namanya PSBB itu penting tetapi alangkah lebih bagusnya kembali bahwa tumbuh di kalangan penduduk peduli,” ujarnya.


PAN: Jangan Lupa Prioritas

PAN DKI menanggapi hasil pengecatan atap rumah yang berwarna-warni di kawasan flyover tapal kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Jaksel). PAN DKI mengingatkan Pemprov DKI tidak membiarkan hal prioritas berkaitan penanganan pandemi COVID-19.


“Jadi berkreasi boleh saja, penting bahkan. Tapi termasuk jangan lupakan hal-hal prioritas layaknya penanganan kesegaran di Ibu Kota,” kata Penasihat Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Zita Anjani selagi dihubungi.


Zita mengatakan prioritas yang mesti diperhatikan Pemprov DKI Jakarta berkaitan service kesehatan. Ia mendorong service kesegaran di DKI mesti bisa ditingkatkan.

“Tapi jangan lupa tersedia hal yang lebih penting dan di depan mata. Bagaimana layanan kesegaran DKI mesti bisa ditingkatkan,” ucapnya.
Pemprov DKI Jawab Kritik

Sejumlah bagian DPRD DKI mengkritik pengecatan atap permukiman di kira-kira flyover tapal kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dikarenakan diakui tidak penting. Pemkot Jaksel pun menambahkan penjelasan.


Tujuan Pemprov dan Pemkot Jaksel berkaitan pengecatan tersebut pada dasarnya untuk membeautifikasi, mempercantik kawasan kira-kira FO (flyover) tersebut,” kata Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji selagi dihubungi.


Isnawa mengutarakan pihaknya dambakan mempercantik kawasan kira-kira supaya jembatan layang ini bisa menjadi keliru satu ikon Jakarta Selatan.

“FO tersebut, FO Tapal Kuda pertama tentunya bisa menjadi ikonik,” jelasnya.

Tak hanya itu, kegiatan ini diinginkan bisa menumbuhkan stimulus warga kira-kira untuk lebih acuhkan di dalam menjaga lingkungannya. Seperti diketahui, pengecatan atap ini merupakan hasil kolaborasi pemkot bersama keliru satu perusahaan cat.

“Yang kedua bersama mengecat bangunan dan gedung kira-kira sebagai upaya mendorong stimulus warga kira-kira untuk turut menjaga, pelihara miliki FO tersebut,” ungkapnya.

“Itu kolaborasi, kerja sama Pemkot bersama keliru satu perusahaan cat,” sambungnya.


Atap Sudah Dicat, Pembangunan Flyover Molor

Pengerjaan proyek flyover tapal kuda di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sampai kini belum rampung. Pengerjaan proyek flyover tapal kuda ini sempat terhambat kasus pembebasan lahan.


Ya dikarenakan tempo hari terhambat di pembebasan lahan yang untuk konstruksi JPO (jembatan penyeberangan orang),” kata Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho selagi dihubungi.


Seperti yang diketahui, flyover tapal kuda belum bisa dilewati kendaraan walau pengecatan atap rumah di kira-kira kawasan ini selesai dilakukan. Pemprov DKI udah menjadwalkan uji cobalah yang rencananya dapat dijalankan pada akhir Januari ini.

“Progres udah 95 % dan saat ini kembali membuat konstruksi untuk JPO-nya. Rencana uji cobalah untuk FO (flyover)-nya akhir bulan ini,” terang Hari.

Leave a Reply